20140423

how i met myself, -iv? (kot)

"it's strange because sometimes, i read a book, and i think i am the people in the book."
― stephen chbosky, the perks of being a wallflower

"I write to give myself strength. I write to be the characters that I am not. I write to explore all the things I'm afraid of" - Joss Whedon

jujurnya, saya menulis dengan seluruh rasa takut, tidak percaya, kurang yakin, tidak semangat, hilang jiwa, lemah dan ketidakberdayaan, ragu-ragu, serba salah, kusut fikir dan seluruhnya yang bermula dari dalam diri, bukan orang lain.

namun, memetik kata Joss Whedon, "I write to give myself strength. I write to be the characters that I am not. I write to explore all the things I'm afraid of", hinggakan tulisan jugalah yang akan menemukan dengan diri saya yang sebenar-benarnya! (oyeahhh!)

"yes, she can handle trouble and carry heavy burdens. she holds happiness and love. she smiles when she feels like screaming. there's only one thing wrong with her - and that is that sometimes she forgets what she is worth." 
- via tiya
--

bismillah

nah, untuk jiwa yang berani;

apapun pekerjaan, kalau berawal dari niat mahu memberi, mengapa ragu kawan? jangan pernah, sebab Allah tidak akan pernah mensia-siakanmu. sebagaimana Khadijah dengan tenangnya sewaktu menuturkan kepada Muhammad;

"demi Allah, Allah tidak akan mensia-siakanmu. engkau selalu menghubungkan silaturahim, berbicara benar, memikul beban orang lain, menolong orang papa, menghormati tamu, dan membantu meringankan derita dan musibah orang lain."

padanya, orang yang memberi selalu punya penghormatan tinggi di sisi Allah. meski dengan segenap kelemahan dan kekurangannya, dia tidak akan sesekali ditinggalkan mahupun disia-siakan.

beranilah, kerana orang yang takut hanyalah orang yang mahu menerima dengan sebanyak-banyaknya. maka, dia takut untuk segala kemungkinan. dia takut dengan segala jangkaan. dia takut dengan harapan-harapan kabur. dia takut dengan mimpi-mimpi kelabu. malahan mungkin, dia takut dengan diri sendiri, dengan hanya bersebabkan; dia berawal dari niat cuma untuk menerima.

berbeza dengan orang yang berawal dari niat untuk memberi; dia belajar untuk ikhlas sepenuh-penuhnya. dia belajar tentang yakin dan percaya diri. dia belajar untuk menolak semua rasa-rasa negatif. dia belajar untuk meletakkan kepercayaan sesungguhnya. dia belajar untuk lebih tawakkal dan kebergantungan. dia belajar untuk terlebih sering muhasabah, zikir dan fikir. dia belajar mengubah lemah jadi gagah. dia belajar menerima diri sendiri. dia belajar mengeksplorasi bahkan menjadi jujur dengan diri sendiri.

"sesungguhnya sangat sulit sekali bagi manusia walau bagaimanapun ia berusaha untuk menjadi yang lain dari dirinya. Dale Carnegie mengisahkan, "saya bertanya kepada direktur Socony Vacuum Oil Company tentang kesalahan paling besar yang dilakukan oleh orang-orang yang melamar pekerjaan.

ia menjawab, "kesalahan paling besar dari pelamar pekerjaan adalah mereka tidak mau menjadi diri mereka sendiri. bukannya mereka mengemukakan ide-ide mereka dengan jujur, tetapi kadangkala malahan mencoba memberikan jawaban yang menurut perkiraan mereka kita inginkan. tentu aja mereka gagal, karena tak seorang pun yang ingin mempunyai karyawan yang tidak jujur dan palsu."

– majalah tarbawi edisi 10; jadilah diri sendiri, abdullah mukti, hlmn. 33

hinggakan, kejujuran, keyakinan dan kepercayaan yang ada pada dirinya ini, secara tanpa sedar, turut ‘menarik’ dan ‘mengubah’ orang di sekitarnya untuk sama-sama merasai apa yang dia rasai. inilah kuasa positiviti.

"the influence of a beautiful, helpful, hopeful character is contagious. people radiate what is in their minds and in their hearts." – elanor h. porter

jadi, jangan takut sebab Allah sentiasa ada. meski lambat atau perlahan, Dia tahu kita sesungguhnya mencuba. mencuba dengan membekali diri untuk memberi, bukan menerima.

"if you can't fly then run, if you can't run then walk, if you can't walk then crawl, but whatever you do - keep moving forward" – M.L King

ps: untuk saya, saya, dan saya, "hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya" - pak harfan, laskar pelangi

(:

20140418

terima kasih kerana menjadi, -manusia.

bismillah
"adakalanya elok juga saya sedih, marah atau tersasul dalam komunikasi sama ada di facebook atau di luar. apabila kita sentiasa gembira macam dunia ini langsung tiada keresahan dan kerungsingan, kita secara subliminal menyuntik beban yang menyakitkan kepada manusia-manusia lain. 
terkenang kisah Rasulullah sallallaahu 'alayhi wa sallam yang enggan bertemu dengan Umar radhiyallahu 'anhu kerana mahu menyendiri.

terdengar hati berkata, "oh Rasulullah, terima kerana menjadi manusia. engkau terasa makin dekat kepadaku, kerana engkau tidak menyembunyikan apa yang engkau rasa seperti apa yang aku rasa."

menjadi hamba Allah yang positif bukan dengan mengharamkan semua reaksi diri yang negatif. sebaliknya, menyalurkan perasaan-perasaan manusiawi itu ke jalan yang diredhai Allah."

- petikan dari fb ustaz hasrizal, mei 2012
--

saya tidak pasti, kalau ustaz masih memaksudkannya. sebab, tulisan ustaz ini saya salin beberapa tahun lalu, dari facebook ustaz sendiri. jadi, untuk tempoh yang panjang dan lama itu, memungkinkan pandangan dan pemikiran ustaz dulu dan kini, berubah atau berbeza.

sebabnya, makin kita belajar, makin kita tahu, makin kita faham, seterusnya itulah yang membentuk pandangan dan corak pemikiran kita. termasuklah juga pembentukan sifat dan peribadi. kesemuanya akan melalui fasa-fasa perubahan tertentu, lalu membentuk "kita" yang hari ini.

berbalik semula pada tulisan tersebut, saya sangat tertarik dengan fokus isinya. kejujuran dan pengakuan selalu mewariskan kebaikan yang banyak. lebih-lebih lagi, apabila mengakui kelemahan dan kekurangan diri sendiri. hal ini, sesungguhnya bukan sesuatu yang mudah!

syukur dan terima kasih saya, teruntuk orang-orang yang mengakui kelemahan dan kekurangannya. ia membuatkan saya tidak terbeban dengan ‘kesempurnaan’ -nya, bahkan bersedia, rela, malah terbuka hati untuk mengakui kelemahan dan kekurangan saya yang maha banyak juga. ia malah membebaskan saya untuk menjadi diri saya sendiri, selain berusaha dan belajar untuk memperbaiki dan menata kekurangan saya satu-persatu. ia juga bahkan menjelaskan kekurangan ini bukan tentang 'saya' semata-mata, bukan juga tentang 'dia', tetapi lebih, tentang 'kita'.

terima kasih kepada ellen shreiber, untuk saratnya hikmah kata-katanya, saat dia mengatakan; "it’s not about changing. it’s about growing, -together."

itu lebih manusiawi, bagi saya. sebab kata seseorang, "kita selalu ada struggle masing-masing.." maka, memaksakannya untuk bertindak dan berfikir persis kita adalah sesuatu yang tidak adil, malah (mungkin) mustahil.

sebagaimana 'mujahadah'-nya saya dengan 'struggle' saya untuk memahami dan melalui sesuatu, sebegitu jugalah orang lain dengan 'struggle'-nya untuk memahami dan melalui sesuatu. kita semua berbeza!

hanya saja, kalau kita boleh meraikan 'struggle' masing-masing.
"if you love a flower, don't pick it up.
because if you pick it up, it dies and it ceases to be what you love.
so if you love a flower, let it be.
love is not about possession.
love is about appreciation."

- osho
terima kasih untuk dia yang tiba-tiba merangkul erat saya semalam, dan menuturkan jujur, "akakkkkk…rindu!". maka terpanggil untuk saya mengucapkan hal yang sama, langsung memaknakan sabda Nabi S.A.W yang terkasih, "apabila seseorang lelaki meyayangi saudaranya, maka beritahulah dia bahawa dia mengasihi sahabat itu." (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

dan untuk awak juga, terima kasih.

memetik semula kata-kata ustaz;

"menjadi hamba Allah yang positif bukan dengan mengharamkan semua reaksi diri yang negatif. sebaliknya, menyalurkan perasaan-perasaan manusiawi itu ke jalan yang diredhai Allah."

alhamdulillah 'ala kulli ni'mah
astaghfirullah 'ala kulli zanb

20140417

"HOME IS WHERE THE HEART IS."


"the fact is, there is no foundation, no secure ground, upon which people may stand today if it isn’t the family. if you don't have the support and love and caring and concern that you get from a family, you don't have much at all. love is so supremely important. as our great poet auden said, "love each other or perish." 
― mitch albom, tuesdays with morrie

 ps: i'm touched T.T
(..walaupun ammar tu sebenaqnya belum berjaya pun diusrahkan. shheehhsh :p)

20140416

"men-cintalah, ber-cintalah, dengan paling ter-hormat!"

bismillah

andaikan dunia ini mempunyai sejuta Ahmad yang sering mencintai dengan hormat dan paling terhormat, saya yakin akan terlahir lebih ramai jutaan Ahmad. alangkah kalau tiada penghinaan, tiada penderaan, tiada pencabulan, tiada penipuan, tiada pembunuhan, tiada penghambaan!

namun, ini bukan kerja sebelah pihak. ini adalah kerja 'saling'. sebelum diraih penghormatan, syarat kebiasaannya adalah terlebih dulu menghormati, lebih-lebih lagi pada diri sendiri. 

menghormati akal, menghormati roh, menghormati perasaan, bahkan menghormati jasad sebagai anugerah tak ternilai. justeru menilai setiap satunya dengan cuma pandangan Allah, dan bukan pandangan manusia.

"respek dan apresiasi adalah pekerjaan jiwa para pencinta. setiap hubungan jangka panjang hanya bisa bertahan kalau ia dibangun dari respek dan apresiasi. dan inilah ketrampilan yang harus kita pelajari. memahami, mengerti, dan menghargai orang yang kita cintai hanya mungkin dilakukan jika kita bisa memahami, mengerti, dan menghargai diri kita sendiri.

respek dan apresiasi kepada diri sendiri membuat kita mampu menghargai dan mengapresiasi orang lain.
tapi, respek dan apresiasi itu lahir dari fakta bahwa memang ada "sesuatu" yang berharga yang kita miliki yang patut dan harus kita dan orang lain hargai."

- serial cinta, anis matta, hlmn. 250-251

adik-adikku, moga kita mampu;

"men-cinta, 
ber-cinta,
dengan paling ter-hormat!"

 meskipun bukan untuk orang lain, sekurang-kurangnya untuk diri sendiri.

ps: "only the person who has faith in himself is able to be faithful to others." - erich fromm. (be!)