Pages

Saturday, March 15, 2014

"Ya Allah, grant us what we love, in the way You love." - Yasmin Mogahed

bismillah

"books are mirrors: you only see in them what you already have inside you." - Carlos Zuis Zafon 

begitu juga dengan al-Quran. kata ustaz Nouman Ali Khan;

"nobody cries when they think about someone else. they cry when they think about themselves. the people who cry when they make solah, is because they heard something about themselves"

subhanallah!

sewaktu mendengar, melihat, memerhati dan membaca, kita sebenarnya sedang berinteraksi dengan diri sendiri. refleksi akan lebih terkesan apabila ia sangat berkait rapat dengan kondisi atau situasi diri.

sebab itulah juga (mungkin), manhaj (pendekatan) tarbiyah yang paling baik adalah yang paling banyak berinteraksi dengan fitrah. terutamanya, dalam mengikis jahiliyah, dan memperbetul akidah, ibadah, dan akhlak seseorang individu. jadi, perubahan akan lebih semulajadi dan lebih mudah pada diri. 

--

begitu juga dengan majlis ilmu.

dalam beratus-ratus halaman, dalam berjela-jela ucapan, dalam banyak-banyak pengalaman, sesuatu itu akan menjadi yang paling terkesan, sebab sesuatu itulah yang paling dekat dengan diri sendiri.

ternyata semalam, dalam banyak-banyak isi yang dikongsikan Sheikh Ibrahim Nuhu, bab 'keyakinan' lebih mengesankan pada hati, meskipun tema 'kemaafan total' yang diangkat.

bercerita tentang Fathu Makkah (Pembukaan Makkah) tidak dapat tidak, pasti terkait dengan peristiwa sebelumnya, iaitu Sulhu Hudaibiyah (Perjanjian Hudaibiyah). saat perjanjian ini termeterai, faedah awalnya banyaknya dinikmati kaum Quraisy sendiri berbanding kaum Muslimin.

sedangkan kaum Muslimin pada waktu itu, tidak sama sekali mempunyai niat untuk berperang melainkan menunaikan umrah semata-mata. saat kerinduan pada Mekah tak tertahan-tahan, saat kaum Muslimin tak sabar lagi melakukan tawaf, saat itulah jua Allah mentakdirkan bahawa mereka harus menanti pada tahun yang berikutnya. lalu, berangkatlah semula kaum Muslimin ke Madinah dengan bebanan rasa pilu, hampa dan kecewa.

sewaktu perjalanan ini, maka turunlah ayat-ayat-Nya dari surah al-Fath;

"sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya ke atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)"
(al-Fath: 1-3)

hinggakan Saidina 'Umar R.A melontar tanya;
"apakah peristiwa ini merupakan kemenangan wahai Rasul?"

jawab Rasulullah saat itu;
"ya!"
--

sebab, dalam banyak-banyak hal ataupun urusan, 'mata' dan 'penglihatan' kita terlalu terhad untuk melihatkan takdir dan kehendak-Nya di waktu dan ketika ini.

sebab, setiap peristiwa ada perancangan-Nya yang tersendiri, tersembunyi hikmah-hikmah yang belum tersingkap.

teruntuk kita, cukup dengan tawakal, yakin, dan percaya dengan sungguh-sesungguhnya, bahawa Allah Maha Mengetahui setiap sesuatu, baik dan buruknya, manfaat dan mudaratnya.



dan yakinlah, 'kemenangan' pasti tiba.

"ya Allah, grant us what we love, in the way You love." - Yasmin Mogahed
ameen.

No comments: